Sudut Pandang Kristiani

Kalau kamu berpikir bahwa menikah dan berkeluarga adalah tujuan akhir hidup kita di dunia. Bro.. sis.. apa bedanya kita dengan orang yg tidak percaya Kristus?

Christian Marriage

Menikah memang penting. Berkeluarga itu dikehendaki oleh TUHAN. Berketurunan, beranak-cucu itu juga hal yang dikehendaki DIA. Tetapi bukan menjadi sebuah kewajiban dalam hidup di dunia.

Kalau kamu menikah, buru-buru menikah, pilih pasangan hidup asal cap cip cup, yang penting keluarga merestui, setuju tapi dalam hubungan bersuami istri berujung pada masalah ketidakcocokan (bercocok tanam kalee), tidak bisa rukun, tidak bisa hidup bersama dan berujung pada perceraian? Betapa sempit dan ceteknya paradigma dan visi kita akan sebuah pernikahan.

Kamu usia diatas 30 tahun? diatas 40 tahun? Dan belum menikah? Atau bahkan sedang tidak ada pacar? Lantas kamu stress, depresi dan frustrasi karena standar sosial dan tekanan sosial yang merendahkan status dan keadaanmu??

Saudaraku, hidup tidak sesempit itu. Menikah dan kehidupan pernikahan seseorang belum tentu menyenangkan hati TUHAN. Kita jangan menikah hanya karena Tuntutan Sosial di sekitar kita atau Standar Sosial yang Diset Lingkungan/Keluarga kita. Menikah Bukan Cita-cita. Menikah dan berkeluarga itu sepatutnya kita jadikan sebagai Misi Kita untuk Kemuliaan TUHAN. Visi kita adalah Bersaksi bagi TUHAN, berkarya untuk Kemuliaan TUHAN dan menjadi saluran berkat bagi sesama.

Janganlah Kita Menjadi Serupa Dengan Dunia Ini.

Dunia senang menghina dan mengolok-olok kalangan single / jomblo, hanya karna tidak punya pacar. Faktanya, tidak sedikit orang punya pacar bukan atas dasar hati dan perasaan yang murni, tapi hanya untuk menjaga citra diri dan status sosial. Asal comot aja, yang penting cantik dan pinter dandan. Yang penting bodi nya aduhai, isi otak nomer sekian. Lalu kita persunting jadi isteri, tapi dia tidak mampu menjadi Teman yang Sepadan. Gak bisa masak, gak bisa merapihkan rumah, bersihin kamarpun gak bisa. Ngerawat anak sendiri gak becus, serahin semua ke baby sitter atau bibi (lama-lama anaknya jadi anak bibi), gaya hidup berlebihan, gila belanja, boros, gak bisa ngatur keuangan keluarga dan ujung”nya rumah tangga bisa berantakan cuma Gara” Kita Asal Milih Pacar karena tergesa-gesa Dikejar Deadline Umur yang udah ga muda lagi dan Harus Segera Menikah.

Apa seperti itu arti hidup kita? Apa hanya sebatas itu jalan hidup kita di dunia ini?

Hidup itu harus serius loh. Gak boleh dibikin becandaan! (ZP)

–bersambung–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s