Pendahuluan

Teknologi Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang signifikan bagi seluruh golongan masyarakat, mulai dari perseorangan, komunitas, yayasan, korporasi dan instansi-instansi pemerintah. Salah satu produk teknologi informasi yang paling dicari dan digunakan seperti piranti lunak atau software. Software memiliki ragam jenis, seperti Aplikasi Program / Applications, Sistem Operasi / Operating System, Web Browser, Utilities,  Yang ingin di fokuskan pada tulisan kali ini adalah Applications. Dalam membangun dan merawat Aplikasi dibutuhkan pengelolaan yang tertata secara rapih, efektif, efisien dan profesional.

Macam-macam Proyek

Macam-macam proyek Aplikasi TI dapat diklasifikasikan menurut tujuan, fungsi, sifat dan eksistensinya.

Terdapat dua macam Proyek Aplikasi berdasarkan eksistensinya :

  1. Proyek Baru / New Project
  2. Proyek Peningkatan / Enhancement Project

Jenis-jenis Proyek TI berdasarkan sifat pengembangan aplikasinya :

  • Proyek Sumber Terbuka / Open Source Project

Proyek yang pengembangannya aplikasi piranti lunaknya dapat dikritisi dan/atau dikembangkan oleh kalangan umum khususnya para software engineer di seluruh dunia.

  • Proyek Sumber Tertutup / Closed Source Project

Proyek yang ditujukan untuk kalangan tertentu seperti sebuah induk perusahaan yang hanya boleh dioperasikan oleh para pegawai di instansi tertentu pula.


 

Tahap-tahap Proyek

Tahap-tahap Proyek Aplikasi TI harus memperhatikan prinsip-prinsip dari SDLC (Software Development Life Cycle). Berikut tahapan proyek secara umum.

Introduction

Latar belakang proyek, alasan mengapa proyek Aplikasi ini perlu dibangun atau dikembangkan.

Objective Analysis

Menganalisis tujuan dan sasaran dari proyek. Produk atau hasil apa yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proyek.

Requirement Analysis

Mengumpulkan atau menghimpun poin-poin kebutuhan, persyaratan, validasi dari proses bisnis atau alur sistem yang berjalan. Pada tahap ini juga dapat dianalisis development tools apa saja yang akan digunakan dalam pembuatan Aplikasi. Development tools yang dimaksud dapat berupa :

  1. Bahasa Pemrograman
  2. IDE (Integrated Development Environment)
  3. Basis Data : SQL, Oracle, dan lain-lain
  4. Operating System
  5. Web Service
  6. Bahasa Skrip / Scripting Languange (HTML, XML, javascript, dsb)
  7. Framework
  8. Versioning Tools (SVN, Mercurial, CVS) dan sebagainya.

Risks Analysis

Menganalisis risiko dan memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi bila pengembangan Proyek Aplikasi dijalankan. Pada tahap analisis ini juga dituntut untuk dapat menjabarkan kerugian-kerugian secara materiil maupun non-materiil yang dapat dialami oleh pemilik maupun pelaksana Proyek.

Economic Feasibility Analysis

Uji Kelayakan Proyek dilihat dari nilai-nilai ekonomis.

Designing

Tahap ini adalah tahap Perancangan. Dalam Aplikasi sebelum dibuat harus dirancang terlebih dahulu :

  • Cara Kerja (Flowchart)
  • Alur Interaksi Data (Data Flow Diagram, State Transitional Diagram)
  • Basis Data (Struktur Tabel, Database Relational Table)
  • Layout dan User Interface
  • Struktur Menu dan Integrasi
  • Dan masih banyak lagi.

Coding and Development

Disini adalah tahap dimana proses pembuatan Aplikasi dimulai dengan berbekal dari analisis dan perancangan yang sudah dilakukan pada tahap sebelumnya. Biasanya pada tahap ini diberikan waktu pengerjaan lebih lama ketimbang tahap-tahap sebelumnya, karena inti dari proyek bermula di pengkodean dan pemrograman.

Testing

Setelah pembuatan program aplikasi selesai dikodekan dan diprogramkan, pengujian dilakukan terhadap Aplikasi tersebut. Metode pengujian bermacam-macam, ada Black box Testing dan White box Testing. Dua metode ini akan dijelaskan lebih lanjut pada artikel yang berbeda. Pada tahap ini, pengujian dibagi-bagi menjadi beberapa tahapan pula. Secara umum ada dua tahapan, yakni :

  1. User Acceptance Testing (UAT) dan
  2. System Implementation Testing (SIT)

UAT adalah pengujian yang dilakukan oleh sang pengguna Aplikasi, disitu dia akan menguji seberapa cocok kah kinerja Aplikasi ini dengan persyaratan dan kesesuaian proses bisnis, alur sistem dan validasi yang berjalan. Sedangkan SIT adalah tahap pengujian untuk penerapan Aplikasi ke dalam sistem induk, baik secara piranti keras / hardware maupun piranti lunak / software.

Go Live & Closing

Tahap ini adalah tahap dimana proyek sukses diuji dan di implementasi dan siap dijalankan secara utuh. Setelah Aplikasi Go Live, Proyek siap ditutup, pelaksana proyek saatnya menerima pembayaran terakhir dari Pemilik proyek (bila kasusnya Pelaksana merupakan Konsultan / Freelance / Outsource).

Maintenance

Masa ini adalah masa setelah proyek selesai. Ini merupakan bentuk after sales service yang diberikan oleh Pelaksana Proyek kepada Pemilik Proyek dan User.


 

Demikianlah pengenalan tentang Pengelolaan atau Manajemen Proyek Aplikasi TI, semoga bermanfaat. Simak terus blog ini untuk mendapatkan bahasan selanjutnya yang lebih dalam tentang Manajemen Proyek Aplikasi, terima kasih.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s