Setiap hari warga kota selalu dipusingkan dengan kepadatan dan kesemrawutan lalu lintas, khususnya bagi warga Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi). Antrian panjang menjelang lampu pengatur lalu lintas atau traffic light atau di gerbang tol ataupun di titik-titik lainnya membuat stress para pengguna jalan kendaraan bermotor. Stress tersebut menimbulkan ketidaksabaran setiap pengguna jalan sehingga membuat mereka melakukan banyak pelanggaran lalu lintas supaya bisa mendahului pengguna jalan lainnya dan lepas dari kemacetan yang menghadang.

Pelanggaran – pelanggaran umum pengguna jalan berdasarkan pengamatan saya setiap sedang berlalu lintas meliputi :

  1. Kendaraan umum (angkot dan bus kota) kerap menurunkan dan menaikkan penumpang di sembarang tempat,
  2. Kendaraan roda 2 maupun roda 4 berpindah lajur sembarangan sehingga kerap membahayakan pengguna jalan di belakangnya dan diri mereka sendiri,
  3. Kendaraan roda 2 melawan arus lalu lintas yang sangat membahayakan pengguna jalan lainnya dan diri mereka sendiri,
  4. Kendaraan roda 2 melintas di trotoar atau pedestrian,
  5. Kendaraan bermotor melewati batas zebra cross saat lampu pengatur lalu lintas menyala Merah,
  6. Menyewa Joki 3 in 1 saat waktu 3 in 1 aktif di jalan-jalan tertentu dan bentuk pelanggaran lainnya.

sumber gambar : IndoForum http://www.indoforum.org/t94759/

Pelanggaran-pelanggaran umum yang dilakukan oleh para pengguna jalan juga disebabkan oleh faktor kurang cakap akan pemahaman tata tertib lalu lintas dan disiplin berlalu lintas. Tidak sedikit dari kita yang bila ditanya soal cara-cara berlalu lintas yang benar akan memberi jawaban yang keliru. Kurang cakapnya masyarakat dalam pemahaman berlalu lintas disebabkan minimnya pendidikan tertib lalu lintas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan para pengemudi kendaraan bermotor yang telah memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang tidak lulus saat Ujian SIM baik teori maupun praktek, tetap diberikan SIM oleh pihak berwenang (Ditlantas Polda Metro Jaya)  selama sudah memberikan bayaran yang ‘cukup’. Kesalahan dan pelanggaran prosedur yang terjadi di Kepolisian Bagian lalu lintas ditambah minimnya pendidikan tertib berlalu lintas yang diterima oleh masyarakat DKI Jakarta khususnya menguatkan penyebab tingginya tingkat pelanggaran lalu lintas Jakarta yang mengakibatkan kesemrawutan dan kecelakaan lalu lintas semakin meningkat pula.

Contoh kasus untuk marka jalan. Pada gambar di samping misalnya, masih banyak pengguna jalan yang mengabaikan marka jalan dengan garis yang menyambung dengan tetap mendahului kendaraan bermotor di depannya saat melintasi marka jalan tersebut. Hal ini tentunya dapat membahayakan pengguna jalan yang lain, tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan karena bertabrakan dengan kendaraan bermotor yang berlawanan arah misalkan.

Tingkat pelanggaran, kesemrawutan dan kecelakaan lalu lintas di Jakarta yang tinggi dapat dikurangi dan ditanggulangi bila kita sebagai warga kota mau belajar untuk tertib dan disiplin dalam berlalu lintas.

Usaha-usaha sederhana yang bisa kita lakukan mulai dari :

  1. Memahami kembali aturan dan larangan dari setiap rambu-rambu lalu lintas yang ada di sekitar kita,
  2. Mempelajari dan memahami etika dan peraturan dalam mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,
  3. Menghargai dan menghormati sesama pengguna jalan (pengemudi kendaraan bermotor maupun pejalan kaki),
  4. Tidak memacu kendaraan pada kecepatan tinggi di jalan-jalan Non-tol, juga sebaliknya untuk tidak melambatkan laju kendaraan saat kepadatan lalu lintas sedang tinggi karena dapat membuat antrian kendaraan di belakang semakin menumpuk,
  5. Bagi kendaraan umum untuk tidak mengetem di sembarang tempat, terutama di jalan-jalan yang kepadatan lalu lintasnya relatif tinggi.

Gambar rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Indonesia (Sumber : TMC Polda Metro http://www.tmcmetro.com/informasi-masyarakat/informasi-umum/rambu-rambu-lalu-lintas-marka-jalan)

Bila kita sebagai warga kota pengguna jalan mampu melaksanakan 5 kiat di atas, kesemrawutan dan kemacetan parah dapat ditanggulangi. Memang tidak menjamin bahwa kemacetan di Jakarta sepenuhnya dapat terurai mengingat volume kendaraan bermotor yang sangat besar dengan perbandingan terhadap panjang jalan DKI Jakarta yang begitu jauh, namun lewat kesadaran masing-masing dari kita untuk disiplin berlalu lintas mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap berkurangnya kemacetan di ibukota. Semoga =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s